Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Kamu

Kamu,
Ya, kamu.
Bukan dia apalagi orang itu.

Kamu,
Ya, kamu.
Bukan ingin berpura-pura, tapi memang ini adanya.

Sabtu, 09 Maret 2013

Ketika Aku Jatuh Cinta

Ketika hati ini telah melabuhkan pilihan
Ketika pada dirimulah panah Cupid itu ditujukan
Ketika namamulah yang berhasil terukir di hati ini
Ketika wajahmu yang kini mulai menghantuiku

Ketika senja telah berganti fajar
Ketika pelangi telah menampilkan lekungannya
Ketika mataku menatap wajahmu
Saat itulah aku katakan, "Aku jatuh cinta padamu"

Ketika senyumku tergaris tanpa sadar
Ketika hatiku ikut menyerukan namamu
Ketika banyak orang yang menanggapku aneh karena mencintaimu
Tapi, tak ada yang aneh kan tentang semua itu?

Bagiku, aku berhak mencintaimu.
Bagiku, kau berhak untuk dicintai.
Tak ada yang salah dengan semua ini, bukan?

Saat aku mulai mencintaimu, aku harus meenrima semua resiko yang ada.
Termasuk resiko kalau kau tak mencintaiku.
Termasuk resiko kalau dia masih ada di pikiranmu.
Termasuk resiko bahwa aku harus mencintaimu diam-diam

Ketika aku jatuh cinta, logika ku seketika mati.
Ketika aku jatuh cinta, senyum tak pernah pudar.
Ketika aku jatuh cinta, cukup aku yang merasakan

Sabtu, 12 Januari 2013

Rasa Ini


Rasa yang tak kunjung padam
Rasa yang masih seperti dulu
Rasa yang ingin kukikis
Rasa yang ingin kau patikan

Rasa ini terlalu dalam
Terlalu sulit untuk terbuang
Terlalu parah untuk dikenang
Terlalu sakit untuk diajak tersenyum

Rasa yang mematikan semua
Rasa yang tak akan membuatmu tersadar
Rasa yang kau anggap angin lalu
Rasa yang berada di titian hampa

Telah lama aku menata hati
Terlalu sering jatuh air dari mataku
Terlalu sakit yang aku rasa
Terlalu keras hatimu saat ini

Rasa ini hanya punyaku
Rasa ini biar aku yang tau
Rasa ini biar aku yang mengerti
Rasa ini hanya untukmu seorang

Minggu, 16 Desember 2012

5 Desember 2012






Rinai hujan menembus cakrawala pagi ini
Derai yang memecah kesunyian sang fajar
Membelah sepi yang menaungi jiwa
Menerobos gundah yang tersisih

Hujan, tangisan langit
Bersedih tanpa seorang pun mengerti sebabnya
Kemudian diam, menyisakan pilu

Hati yang hampa telah merana
Tersayat-sayat sembilu kedustaan
Bahkan derai hujan pun tak sanggup mengobatinya
Perih yang menghujam
Tanpa ingin ada yang tahu

Sabtu, 15 Desember 2012

Aku yang Terluka

Aku yang berdiri di jalur kesakitan
Terseok-seok menembus jajaran luka
Terombang-ambing di badai penderitaan
Mengais bahagia yang belum turun

Aku yang berlari walau perih
Tenggelam dan menghilang karena dustamu
Tersiksa karena pedang khianatmu
Kehilangan arah mencari secuil senyuman

Aku sang mawarmu yang telah layu
Yang kau hirup harumnya dan kau buang
Lebih memilih mawar lain yang lebih segar
Meninggalkanku tanpa belas kasih

Aku yang menangis karenamu
Yang ikut terluka saat kau terluka
Ikut menangis saat kau bersedih,
tanpa kau tahu

Aku yang semakin terluka
Menahan sesak yang bergejolak dalam dada
Menitikkan derai rindu dari mataku
Mengeluarkan isakkan pilu karena luka ini

Aku sang bintang yang cahayanya makin redup
Kupu-kupu yang sayapnya telah patah
Wanita yang jiwanya telah hilang sebagian
Pendamba cinta yang setia menunggumu

Selasa, 06 November 2012

Pilihan Hati


Telah lama hati ini sendiri.
Mencari kasih yang tak tentu arah.
Tujuan pelabuhan hati,
Yang tak tahu di mana akan terpaut.

Kutemukan dirimu dalam jarak yang membentang luas.
Jarak yang memisahkan bahtera cinta kita.
Kau di sana, ku di sini.
Tak dapat saling memandang satu sama lain.

Jarak memang hanya sebuah kamuflase.
Walaupun tak pernah kita bersua.
Hanya dalam teknologi kita dapat bercanda.

Hatiku kini telah memilihmu.
Seorang pangeran di kerajaan hati ini.
Walau harus terbentang jarak yang jauh di antara kita.
Percayalah, kau pilihan hatiku.

Selasa, 23 Oktober 2012

Menunggumu


Menunggumu...
Telah jenuh menuai mimpi.
Telah berada di ambang batas.
Telah bosan dengan amukanmu.

Menunggumu...
Walau habis terang di batas ufuk.
Walau senja telah berakhir,
Aku akan tetap di sini.
Berdiri dan menunggumu.

Menunggumu walau hatiku sakit.
Menunggumu walau harus terlunta dan merana.
Menanti dalam suatu ketidakpastian.
Itu karena, aku menunggumu untuk menyatukan cinta kita.

Rabu, 01 Agustus 2012

Hujan

Memapaki jalanan sepi
Menyongsong lorong kehidupan
Menerka bait-bait cakrawala

Embun menusuk kalbu
Meraba dalam jiwa
Mega bergelantungan di lembayung senja

Mendung meledak di awan
Merambati langit jingga
Gelintir buliran membasahi bumi

Minggu, 22 Juli 2012

Di Batas Senja


Berdiri dalam ketidakpastian.
Mencari yang tak tentu arah.
Terseok dalam lamunan.
Melihat seberkas cahaya.

Sakit terasa pilu.
Menghujam tanpa kasihan.
Hujan telah membasahi.
Terang kini gelap.

Terus berjalan tanpa menoleh.
Tak perduli aku kesakitan.
Kau terus melangkah mengejar angan.
Di batas senja ini, kau pergi.

Jumat, 06 Juli 2012

Tak Adil


Sang surya menabirkan sang mentari
Awan berarak meninggalkan langit
Angin berhembus pelan menyentuh kalbu.
Hujan berhenti seiring dengan air mata ini

Pelangi yang kunanti tak kunjung datang
Silau sang mentari sayup-sayup menatapku
Burung-burung berkicau seolah mengejek

Apabila memang duka harus ku terima
Apabila derita harus menghantui
Izinkan aku berusaha menerima dengan ikhlas
Walau kadang aku rasa hidup ini tak adil

Rabu, 04 Juli 2012

Kadang

Kadang mulut tak mampu berucap
Kadang kaki tak sanggup melangkah
Kadang tangan tak sampai menyentuh
Kadang aku merasa malu di dekatmu

Matahari menyingsing sang fajar
Embun menyeruakkan harum kesejukan
Burung-burung menari indah membentuk rangkaian kata
Semerbak cahaya perlahan-lahan menerpa wajahku

Kadang ingin kuterbangun dari mimpi
Kadang ku takut tak dapat membuka mataku.
Kadang ke resah harus menutup mata
Kadang ku bimbang untuk tetap membuka mata dan melihat indahnya dunia

Minggu, 24 Juni 2012

Bimbang

Cinta hadir tanpa diduga
Cinta pergi tanpa sempat dicegah
Cinta seperti angin yang berhembus
Seperti hujan yang turun membasahi bumi
Saat datang membawa kesejukan,
Saat pergi meninggalkan kehampaan

Cinta seperti air yang terus mengalir