Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Ketika Aku Jatuh Cinta

Ketika hati ini telah melabuhkan pilihan
Ketika pada dirimulah panah Cupid itu ditujukan
Ketika namamulah yang berhasil terukir di hati ini
Ketika wajahmu yang kini mulai menghantuiku

Ketika senja telah berganti fajar
Ketika pelangi telah menampilkan lekungannya
Ketika mataku menatap wajahmu
Saat itulah aku katakan, "Aku jatuh cinta padamu"

Ketika senyumku tergaris tanpa sadar
Ketika hatiku ikut menyerukan namamu
Ketika banyak orang yang menanggapku aneh karena mencintaimu
Tapi, tak ada yang aneh kan tentang semua itu?

Bagiku, aku berhak mencintaimu.
Bagiku, kau berhak untuk dicintai.
Tak ada yang salah dengan semua ini, bukan?

Saat aku mulai mencintaimu, aku harus meenrima semua resiko yang ada.
Termasuk resiko kalau kau tak mencintaiku.
Termasuk resiko kalau dia masih ada di pikiranmu.
Termasuk resiko bahwa aku harus mencintaimu diam-diam

Ketika aku jatuh cinta, logika ku seketika mati.
Ketika aku jatuh cinta, senyum tak pernah pudar.
Ketika aku jatuh cinta, cukup aku yang merasakan

Sabtu, 12 Januari 2013

Rasa Ini


Rasa yang tak kunjung padam
Rasa yang masih seperti dulu
Rasa yang ingin kukikis
Rasa yang ingin kau patikan

Rasa ini terlalu dalam
Terlalu sulit untuk terbuang
Terlalu parah untuk dikenang
Terlalu sakit untuk diajak tersenyum

Rasa yang mematikan semua
Rasa yang tak akan membuatmu tersadar
Rasa yang kau anggap angin lalu
Rasa yang berada di titian hampa

Telah lama aku menata hati
Terlalu sering jatuh air dari mataku
Terlalu sakit yang aku rasa
Terlalu keras hatimu saat ini

Rasa ini hanya punyaku
Rasa ini biar aku yang tau
Rasa ini biar aku yang mengerti
Rasa ini hanya untukmu seorang

Minggu, 16 Desember 2012

5 Desember 2012






Rinai hujan menembus cakrawala pagi ini
Derai yang memecah kesunyian sang fajar
Membelah sepi yang menaungi jiwa
Menerobos gundah yang tersisih

Hujan, tangisan langit
Bersedih tanpa seorang pun mengerti sebabnya
Kemudian diam, menyisakan pilu

Hati yang hampa telah merana
Tersayat-sayat sembilu kedustaan
Bahkan derai hujan pun tak sanggup mengobatinya
Perih yang menghujam
Tanpa ingin ada yang tahu

Sabtu, 15 Desember 2012

Aku yang Terluka

Aku yang berdiri di jalur kesakitan
Terseok-seok menembus jajaran luka
Terombang-ambing di badai penderitaan
Mengais bahagia yang belum turun

Aku yang berlari walau perih
Tenggelam dan menghilang karena dustamu
Tersiksa karena pedang khianatmu
Kehilangan arah mencari secuil senyuman

Aku sang mawarmu yang telah layu
Yang kau hirup harumnya dan kau buang
Lebih memilih mawar lain yang lebih segar
Meninggalkanku tanpa belas kasih

Aku yang menangis karenamu
Yang ikut terluka saat kau terluka
Ikut menangis saat kau bersedih,
tanpa kau tahu

Aku yang semakin terluka
Menahan sesak yang bergejolak dalam dada
Menitikkan derai rindu dari mataku
Mengeluarkan isakkan pilu karena luka ini

Aku sang bintang yang cahayanya makin redup
Kupu-kupu yang sayapnya telah patah
Wanita yang jiwanya telah hilang sebagian
Pendamba cinta yang setia menunggumu

Selasa, 06 November 2012

Lelah

Lelah aku kini
Telah berada di ambang batas
Menuju waktu yang tak akan pernah bertaut

Lelah aku kini
Dengan semua sikap dan egomu
Tak perduli dengan sakit yang kurasa

Lelah aku kini
Kau benar-benar tak perduli
Seolah aku pasir di genggamanmu yang dengan mudah kau tiup

Lelah aku kini
Melihat senyum kepuran-puraanmu
Yang hanya bisa mengejekku dalam hati.

Rabu, 04 Juli 2012

Kadang

Kadang mulut tak mampu berucap
Kadang kaki tak sanggup melangkah
Kadang tangan tak sampai menyentuh
Kadang aku merasa malu di dekatmu

Matahari menyingsing sang fajar
Embun menyeruakkan harum kesejukan
Burung-burung menari indah membentuk rangkaian kata
Semerbak cahaya perlahan-lahan menerpa wajahku

Kadang ingin kuterbangun dari mimpi
Kadang ku takut tak dapat membuka mataku.
Kadang ke resah harus menutup mata
Kadang ku bimbang untuk tetap membuka mata dan melihat indahnya dunia

Jumat, 15 Juni 2012

Cinta Yang Salah


Tidak bermaksud menyinggung siapapun. Ini hanya sebuah karya. Sebuah ide yang terlintas dalam pikiran saya.

By : Winda Zizty

Aku mencintaimu!
Kau tau akan hal itu. walaupun orang-orang tidak ada satupun yang merestui hubungan yang terjalin di antara kita, aku akan tetap mencintaimu.
Aku mencintaimu!
Orang berpikir aku gila karena aku mencintaimu. Tapi salahkah aku memiliki cinta? Salahkah aku mencintaimu? Bukankah cinta itu milik siapa saja? Tapi kenapa orang-orang selalu mengatakan kalau cinta yang kita bina ini salah? Apa otak mereka yang salah?
Kau gadis terindah yang pernah hadir ke dalam kehidupanku. Kau gadis tercantik di dunia ini setelah ibuku.